Copot Baterai Laptop Sambil Main, Amankah ?


Seringkali kita melepas baterai laptop yang sedang digunakan dengan alasan supaya baterainya awet. Memang sih karena tidak dicharge terus terusan jadi makin awet. Tapi ternyata banyak juga efek sampingnya! Wah serem deh...
Tanpa berbelit belit lagi, yuk kita simak penjelasannya !

Bekerja Tanpa Baterai

Gambar : deenge.blogspot.com

Yang pertama terlintas dipikiran kita, apakah penggunaan laptop tanpa baterai akan mempengaruhi performa laptop itu sendiri ? Jawabannya tidak, tanpa bateraipun laptop akan bekerja dengan baik. 

Tapi, tentu saja pada kondisi tertentu yaitu listrik rumah Anda haruslah stabil. Namun kenyataannya listrik rumahan banyak juga yang tidak stabil. Atau apabila kamu ingin mendapatkan listrik stabil, kamu bisa memasang UPS listrik untuk memastikan listrik rumah kamu stabil.

Sebenarnya, didalam baterai laptop telah terdapat rangkaian-rangkaian listrik yang bertugas seperti halnya UPS. Jadi tegangan listrik akan disaring dulu lewat kontroller baterai.

Bekerja Dengan Baterai

Tidak ada bedanya dengan tanpa baterai. Performa yang diberikan akan sama dengan laptop tanpa baterai. Tentu saja bermain laptop dengan baterai terpasang ada kerugiannya juga. Bekerja dengan baterai tidak dapat dilakukan secara terus menerus. Hal ini dikarenakan baterai memiliki kapasitas (ya iyalah). Apabila pekerjaan yang dilakukan tergolong berat, seperti bermain game.

Baterai memiliki life cycle atau sebut saja umur pakai. Umumnya baterai akan drop setelah 1000 kali cycle. 1 Cycle disini berati 1kali colok charger dan 1kali cabut charger (charge-discharge).

Bayangkan kalau sambil bermain, laptop diisi 3x sehari, seminggu 21x, sebulan 84x, setahun 1008x., maka secara teori dalam setahun kita baterai laptop kita sudah akan drop.

Bekerja Dengan Baterai + Dicharge

Ini adalah cara yang saya terapkan. Bukannya justru membuat baterai drop ?

Kontroller pada baterai memiliki sistem yang unik. Ketika baterai kosong, kontroller akan menyaring listrik masukan (supaya stabil dan tidak merusak komponen) kemudian mengarahkan listrik yang diberikan untuk mengisi daya baterai dan mengoprasikan laptop. Saat baterai penuh kontroller tetap akan menyaring listrik masukan dan hanya akan menggunakan listrik tersebut ke laptop. 

Sistem ini diterapkan kepada kebanyakan laptop yang terbit pada tahun 2013 ke atas.

Kesimpulan

Hayo, jadi cara mana yang paling tepat ? Kembali lagi kepada para pembaca sekalian. Saya tidak akan memaksakan pendapat saya, tapi menurut saya memang opsi terakhir paling tepat untuk diterapkan.

Sekian tulisan saya kali ini. Kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan saja berkomentar dibawah. Saya akan senang menjawab dengan pemahaman saya (masih belajar).
Terima kasih, ~N-O

Komentar